Tentang Perjalanan Hidupmu…

 
Biarlah semua berjalan apa adanya. Suatu saat perjalanan ini akan menemukan arah dan tujuan yang sebenarnya. Mungkin pencarian ini memang butuh waktu yang lama. Lebih lama dibandingkan dengan orang2 di sekelilingmu, tapi yakinlah kamu akan menemukan akhir yang indah pada saatnya nanti. Ya, semua orang punya jalan masing2, gak perlu iri, gak perlu rendah hati….
Gak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Semua pasti ada maknanya. Selalu berpikir positif, adalah cara untuk membesarkan hati. Jangan mencari pembenaran dari kesalahan apapun yang telah dilakukan. Karena pembenaran itu hanya akan membutakan mata hati. Akuilah saat kamu khilaf. Jika kamu gak bisa mengakuinya di depan orang lain, setidaknya mengakulah pada dirimu sendiri dan Tuhanmu..
Penyesalan itu pasti selalu ada. Tapi sekarang, jangan terlalu terpuruk dalam penyesalan dan semua kesedihan itu. Life must go on. Gak ada gunanya tetap terpekur dalam masa lalu… biarlah kesedihan ini kamu rasakan saat ini, cukup untuk saat ini, tapi jangan sampai kamu merasakan penyesalan sepanjang hidupmu…
Yakinlah bahwa “Allah selalu mempunyai rencana yang lebih baik untukmu”. Kegagalan bisa membuat seseorang lebih kuat, lebih tegar, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Jika kegagalan itu justru membuatmu semakin hancur, maka itu adalah kesalahan selanjutnya yang kau buat. Mencoba bangkit, belajarlah dari kegagalan itu, temukan kesalahan yang menunda keberhasilanmu dan perbaiki. Selalu ada jalan bagi setiap orang yang mau berusaha… Allah gak pernah tidur, Allah mendengar doa2 umat-Nya.. yakinlah selalu pada-Nya… 



Love

C.C

Comments

  1. bagus cha! :)

    Sudah,sudah, jangan galau terus..
    kyknya skrg aq lagi ngalamin kisah mirip sama kamu, jadinya agak2 galau, tapi kalo emang udah jalannya begitu, kita kan harus nyari kebahagiaan buat diri sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan galau far, cuma berbagi tips mengatasi galau..hehe..

      emang knp sama dirimu?

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Deal with Problem

Eksotisme Pulau Biak (Part2)