Rain and Mellow Song (Just Fiction)
“I know that you’ll be right back baby
Oh baby believe me it’s only a matter
if time…….”
David
Cook – Always be my baby
Alunan syair lagu mengalun lembut di
kamar kosku yang mungil ini. Di luar hujan turun dengan derasnya. Menghapuskan gerah
kemarau panjang yang hampir membuat kota ini kekeringan. Hembusan angin sejuk
yang masuk dari jendela kamarku semakin menambah kegalauan hatiku. Ya,
sepertinya lagu-lagu mellow dan hujan
bukanlah kombinasi yang bersahabat untukku. Karena di saat-saat kedua hal itu
bertemu, entah mengapa hatiku jadi galau tak menentu. Pikiranku melayang
kemana-mana. Berkhayal tentang hal-hal yang hampir impossible terjadi dalam hidupku, memikirkan masa depan, bahkan
mengenang masa lalu. Ehm, sebenarnya pikiranku lebih dominan ke masa lalu. Masa
lalu yang sebenarnya indah dikenang, tapi juga menyakitkan. Setiap kali
mengingatnya ada rasa nyeri di hatiku sampai-sampai aku harus memukul-mukul
dadaku untuk menghilangkan rasa sakit itu. Ya, metode yang memang aneh, tapi
tips yang aku dapat dari sebuah drama korea itu cukup ampuh untuk mengobati
nyeri di hatiku itu.
Ternyata baru seminggu ya? baru
seminggu yang lalu kita sepakat untuk memutuskan komunikasi di antara kita.
Tapi rasanya sama seperti satu bulan. Begitu beratnya aku melepaskan diri
darimu. Kamu yang hampir 5 tahun mengisi hari-hari dan hatiku tentunya. Kamu
yang membuatku berani merancang masa depan kita berdua yang indah. Kamu yang
pernah berjanji untuk selamanya bersamaku. Tapi semua itu cuma masa lalu. Masa
lalu yang sampai detik ini masih sulit aku lupakan.
Mungkin rasa cinta itu masih ada….
Bukan mungkin, tapi memang masih ada. Aku bukan tipe orang yang gampang jatuh
cinta ataupun memalingkan hati. Tadinya aku bangga dengan kekuatan hati yang
aku punya ini. Tapi sekarang aku sadar, hati seperti ini adalah hati yang
bodoh. Karena di saat si pemilik hati seharusnya bisa move on, dia malah masih terjebak di masa-masa yang sudah berlalu yang
pada akhirnya malah menyiksa dan menyakiti diri sendiri.
Angin di luar semakin kencang, hujan
pun semakin deras. Hmmmm,,,lebih baik aku tidur. Suasana yang sangat mendukung untuk meringkuk
di dalam selimut ini harus aku manfaatkan dari pada imajinasiku semakin
berkeliaran tidak jelas.

Comments
Post a Comment