Senja, Es krim, dan Bahagiaku
Suatu sore…
“Jalan yuk,” ajakmu.
“Ke mana?”
“Ada deh, yuk ikut aja, kamu pasti suka,” jawabmu sambil tersenyum,
senyum yang membuatku tidak bisa menolak ajakanmu.
“Hmm… Ijin ibu dulu ya..”
“Tentunya donk ”.
Dan syukurnya ibuku memberi ijin, dengan syarat
tentunya. Harus pulang sebelum maghrib. Thanks mom :)
Di tengah perjalanan tiba-tiba kau menghentikan motor di depan sebuah mini market…
“Kita beli minuman dulu ya, kamu mau beli minuman apa?” tanyamu.
“Aku mau es krim aja deh,” jawabku.
Dan setelah membeli es krim rasa coklat kesukaanku
dan sekaleng coffee cream, kita melanjutkan perjalanan.
Sekitar 15 menit kemudian kita tiba di sebuah
jembatan panjang, jembatan yang memang merupakan salah satu tempat nongkrong anak
muda di kota ini, karena pemandangannya yang indah, terutama pada sore hari. Hanya
saja aku memang tidak terlalu suka ke sini karena letaknya yang cukup jauh dari
rumahku.
“Mau ngapain ih di sini?” keluhku.
Kau tak menjawab, tapi langsung saja kau membuka helmku dan memutar
badanku ke arah matahari terbenam.
“Lihat tuh, cantik kan?” katamu
Dan memang benar apa yang kau katakan. Matahari sore itu sangat indah.
Semburat langit senja dipadukan dengan pantulan cahayanya di sungai yang
membentang lebar hingga ujung sana membuat suasana semakin romantis.
“Wah bagus banget,” kataku.
“Yuk sambil dimakan tuh es krimnya”
“Kamu gak mau nyobain nih es krimnya?” tanyaku sambil membuka bungkus
es krimku.
“Gak ah, aku gak suka es krim, soalnya terlalu manis,” jawabmu.
Aku menyerah saja kalau kau sudah berkata begitu. Lalu, aku asyik menikmati
es krimku dan pemandangan sore yang indah ini. Tapi tiba-tiba aku tersadar, dari
tadi kau sedang memperhatikanku.
“Ngapain lihat-lihat?”
“Eh… Ehm… Nyobain donk es krimnya,” katamu malu-malu.
“Hahaha… Tadi katanya gak doyan,,, dasar ih… ” aku menggodanya.
Kau terus merajuk. Akhirnya aku menyuapkan es krimku,
tapi dengan sengaja aku membuatnya belepotan. Hahaha. Senang sekali saat
melihat wajah merajukmu.
“Ternyata enak ya. Mulai sekarang aku mau makan es krim terus ah,”
katamu.
“Hmm…. Makanya, kalau dibilangin sama aku tuh percaya,” sahutku sambil
tersenyum.
Dan kita menghabiskan sisa waktu yang ada dengan
mengobrol tentang kesukaan kita masing-masing. Entah mengapa waktu selalu terasa sangat
singkat saat bersamamu.
Ah, aku bahagia. Walau hanya dengan es krim dan senja
di jembatan ini. Yang terpenting, ada kamu yang berada di sampingku….

Comments
Post a Comment